
Muliakan Guru Ngaji, Pejuang di Garis Terdepan Pendidikan Al-Qur’an
Rp 0
Terkumpul
—
Tercapai
0
Donatur
∞
Tanpa batas
Menurut survei Kementrian Agama, sekitar 72% penduduk Muslim di Indonesia masih buta huruf hijaiyah . Ini berarti lebih dari 174 juta Muslim di Indonesia belum…
Menurut survei Kementrian Agama, sekitar 72% penduduk Muslim di Indonesia masih buta huruf hijaiyah. Ini berarti lebih dari 174 juta Muslim di Indonesia belum mampu membaca huruf hijaiyah.
Salah satu penyebab utama tingginya angka ini adalah minimnya tenaga pengajar Al-Qur’an. Banyak yang enggan menjadi guru ngaji karena tidak adanya gaji yang layak untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.
Menjadi guru ngaji bukan sekadar profesi, melainkan pengabdian yang hanya mampu dijalani oleh mereka yang tulus dan ikhlas.

Dengan kesabaran, ketelatenan, dan semangat yang tinggi, para guru ngaji meluangkan waktunya untuk mengenalkan huruf hijaiyah hingga membimbing anak-anak agar mampu membaca Al-Qur’an. Mereka juga menanamkan nilai-nilai akhlak mulia, membentuk budi pekerti, serta mencetak generasi Qur’ani sebagai tugas utamanya.
Bu Yuliawati, yang akrab disapa Bunda. Di tengah kesibukannya mengurus rumah tangga dengan tiga anak, Bunda tetap menyempatkan waktu untuk mengajar ngaji di masjid lingkungannya.
Sudah belasan tahun ia menjalani peran ini, tanpa pamrih, tanpa keluh kesah, hanya dengan niat mengajarkan anak-anak membaca kalam Allah.

“Ini panggilan jiwa untuk saya, tabungan saya jika sudah meninggal nanti, biar banyak yang mendoakan saya.”ujar Bunda.
Tak hanya Bunda, ada juga Bu Atun, seorang guru ngaji dengan perjalanan hidup yang begitu menginspirasi. Dulunya ia adalah seorang pemulung, berjuang keras demi bertahan hidup. Namun, ketika kembali ke kampung halamannya, ia membawa bekal ilmu agama yang kemudian ia bagikan di tempat tinggalnya sekarang.
Kini, Bu Atun mengajar di lingkungan yang mayoritas orang tuanya juga berprofesi sebagai pemulung. Dengan penuh keikhlasan, ia mendirikan TPQ Khairunnisa, tempat di mana anak-anak pemulung bisa mendapatkan pendidikan agama.

Sahabat, Sinergi Puspita menerima dan menyalurkan donasi yang Anda berikan. Masih banyak kisah inspiratif seperti Bunda dan Bu Atun di luar sana. Mereka berjuang tanpa mengharap imbalan, hanya ingin mencetak generasi Qur’ani yang berakhlak dan berilmu.
Apresiasi perjuangan Bunda, Bu Atun, dan Guru ngaji lainnya, Mari muliakan mereka!
Kabar Terbaru
Belum ada kabar terbaru.
Donatur (0)
Jadilah donatur pertama untuk program ini.


